Minggu, 24 September 2017

Suka Duka Relawan Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

"Ekspedisi Nusantara Jaya? Apaan tuh? Kok kayak seru gitu ya?", dalam hati aku bertanya saat pertama kali mendapat e-poster ENJ 2017.
2.000 Pemuda dan 1.000 Mahasiswa, disana tertulis.
FIX HARUS NYOBA!!!
Setelah melakukan pendaftaran online, aku tak kunjung melengkapi berkas, sampai akhirnya pengumuman peserta ENJ 2017 diumumkan masih saja tidak ada usaha dan kehilangan motivasi untuk melengkapi berkas pendaftaran. Beberapa hari setelah pengumuman peserta ENJ 2017, ternyata dibuka lagi pendaftaran gelombang kedua untuk tim yang masih banyak formasi yang kosong. Fyi, tim pemuda terdiri dari tim masing-masing provinsi, tapi 1 provinsi bisa ada 2 sampai 3 tim, jadi ada sekitar 40an tim dan 1 tim paling sedikit terdiri dari 25 formasi. Ada juga beberapa tim di beberapa provinsi yang 1 tim mencapai 50 orang.
Waktu itu tim yang masih banyak lowongan formasi (yang paling mungkin aku daftar) ada Jawa Barat, Banten, DIY dan Jawa Tengah. Karena saat ini aku domisili di Jawa Barat, jadilah aku mendaftar untuk tim Jawa Barat.
Hari demi hari berlalu, akhirnya pengumuman kelolosan peserta ENJ 2017 gelombang 2 diumumkan. Ada namaku disana, di tim 1 Jawa Barat bersama 24 nama lainnya yang sama sekali tidak ada yang kukenal. Selang beberapa waktu setelah pengumuman itu terbit, ada seorang peserta ENJ 2016 yang mengirim pesan lewat instagram. Hendak meminta id line untuk dimasukan ke grup, katanya. Sejak saat itu, kami semua mulai berkenalan satu sama lain, hanya via media sosial. Meet up pun lebih sering di Bandung yang mana ongkos bolak balik ke Bandung dari tempat tinggalku lumayan bisa untuk makan anak kosan seminggu. Dari 5 kali pertemuan pra pemberangkatan, aku hanya menyempatkan hadir 3 kali. Setiap pertemuan kami, tak pernah dihadiri 1/2 dari keseluruhan jumlah anggota tim. Paling hanya ada pengurus harian disana yang terdiri dari koordinator, wakil koordinator, sekretaris, bendahara dan PJ Program. Kendalanya ada di jarak dan waktu. Mengumpulkan 25 orang dalam satu waktu dari latar belakang pendidikan yang berbeda dan tempat tinggal yang menyebar di seluruh penjuru Jawa Barat tentunya bukan menjadi hal yang mudah. Tapi itu semua bukan jadi halangan untuk kami berangkat Ekspedisi.
Waktu dan tempat sudah ditentukan, Pulau Harapan, tanggal 12-23 September 2017 akan menjadi hari-hari penuh kesan bagi kami para relawan ENJ Jabar. Awalnya, yang kami tau sebagai peserta ENJ kami akan menjalankan sebuah pengabdian yang mana programnya sudah ditentukan dari penyelenggara (Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman) dan semua biaya ditanggung oleh penyelenggara. Ternyata, setelah beberapa kali pertemuan yang didampingi oleh peserta ENJ tahun 2016 (ya sebut saja pendampingan, karena aku sendiri merasa pendampingan yang dilakukan tidak benar-benar mendampingi seutuhnya, hahaha *peace) ENJ 2017 ini lebih mirip KKN, program pengabdian yang akan kami lakukan, kami susun sendiri, menyiapkan proposal kegiatan untuk diajukan ke penyelenggara, bahkan proposal sponsorship pun kami buat untuk mengusahakan adanya tambahan pemasukan untuk penyelenggaraan program kerja pengabdian kami disana. Biaya yang dibutuhkan memang diberikan oleh penyelenggara, berupa uang saku dan uang tiket kapal. Tiket kapal pun seharga tiket kapal perintis. (entah apakah semua tiket kapal perintis harganya sama seluruh Indonesia atau tidak, tapi tiket KM Sabuk Nusantara 66 yang kami tumpangi harganya 15ribu sekali jalan untuk 1 orang). Awalnya juga kami mengira kalau total biaya yang kami butuhkan di proposal adalah biaya yang akan kami dapatkan dari penyelenggara, ternyata tidak. hehehe.
Dari sini aku sejujurnya sudah mulai kendor semangat untuk ikut ENJ. Tapi Tuhan Maha Baik. Berkat arahan koordinator yang bijak, kami menyusun ulang semua proker dengan menyesuaikan anggaran yang diberikan oleh penyelenggara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar