Sabtu, 25 Februari 2017

Ciptagelar Challenge Part 1

yey, kembali lagi ke tulisan tentang jalan-jalan penelitian 😀😀😀
Berhubung udah hampir selesai menyandang status sebagai mahasiswa, sekarang lagi ribet-ribetnya ngerjain penulisan hukum, tapi walaupun begitu semangat untuk terus eksplor keindahan alam dan budaya Indonesia tetep ada kok, makanya sengaja ambil penelitian tentang hutan adat. Karena selain emang punya passion di bidang hukum adat, kalo penelitian tentang hutan adat itu artinya "lo harus turun ke lapangan buat ngumpulin data" dan menurutku itu adalah salah satu kesempatan emas buat jalan-jalan sambil melakukan sesuatu yang bermanfaat 😄
Jadi, perjalanan ini diawali dengan mencari ide untuk membuat penulisan hukum. Awalnya memang cuma pengen penelitian tentang hukum adat, cari-cari di internet buat nentuin tema, akhirnya dapat lah itu tema tentang hutan adat yang statusnya tumpang tindih dengan hutan konervasi taman nasional dan di sangkut pautkan dengan Putusan MK No.35/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa "hutan adat adalah hutan yang berada di dalam kawasan masyarakat hukum adat".
Setelah nemu ide itu, terus ngurus-ngurus segala macam administrasi penulisan hukum di kampus, dan alhamdulillah dapet tanggapan positif dari Kabag hukum perdata yang akhirnya jadi dosbing 1 ku 😀. Pertama kali yang harus kulakukan setelah pendaftaran penulisan hukum terdaftar dan dapet dosbing adalah nyusun proposal penelitian. Nah, sayangnya aku rada lelet ngerjain proposalnya sementara temen-temen seangkatan udah pada ngurus surat ijin penelitian atau bahkan udah mulai penelitian, bahkan aku masih sibuk revisi proposal 😂. Setelah proposal di acc, lanjut ngurus surat ijin penelitian. Nah berhubung aku penelitiannya di kawasan Taman Nasional dan Taman Nasional itu sendiri berada di bawah dirjen KSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi surat ijin penelitian yang aku buat ada 2 : untuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan untuk ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ohiya fyi, metode pengumpulan data yang kugunakan adalah wawancara. Jadi bener2 terjun ke lokasi buat ketemu langsung sama ketua adatnya.
Untuk mengurus ijin penelitian ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebenarnya gak sulit kok, karena memang salah satu fungsi Taman Nasional adalah untuk tempat penelitian, yang harus disiapkan cukup proposal penelitian dan surat izin penelitian dari kampus terus dikirim ke Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabandungan, Kab. Sukabumi. Setelah mengirim berkas tersebut, nanti pihak BTNGHS akan menghubungimu untuk ketemu di Kantor BTNGHS Kabandungan membuat SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), setiap orang yang hendak melakukan penelitian di TNGHS WAJIB punya SIMAKSI. SIMAKSI ini berlaku 3 bulan dan bisa dimintakan perpanjangan waktu jika memang dibutuhkan. Karena penelitianku di Kasepuhan Ciptagelar, oleh pihak BTNGHS diarahkan untuk menghubungi Kepala Resort Gunung Bodas.
Untuk bisa sampai ke BTNGHS di Kabandungan, sebenarnya cukup mudah. Bisa ditempuh dengan 2 cara : naik kereta dari Bogor-Parungkuda lalu jalan sedikit ke arah pasar parungkuda atau naik bus dari Bogor-Parungkuda lalu turun di Pasar Parungkuda, disana ada tempat ngetem mobil-mobil L-300 tanyakan saja yang ke arah kabandungan. Ongkosnya dari Bogor-Parungkuda naik kereta Pangrango 15.000 untuk kelas ekonomi dan 40.000 untuk kelas eksekutif. Lalu dari Parungkuda-Kabandungan 20.000 saja dan turun tepat di depan Kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Perjalanan dari Bogor sampai Kabandungan kurang lebih memakan waktu 3-4 jam dan angkutan terakhir dari Kabandungan ke Parungkuda hanya ada sampai jam 3 sore.
Waktu pertama kali mencoba ke Kabandungan sempet gagal, karena sampai Parungkuda udah jam 1an sebenernya bisa aja lanjut ke Kabandungan, tapi gak bisa pulang 😂 akhirnya waktu itu cuma sampe parungkuda terus balik lagi ke bekasi dan untuk menyiasati "pulang kesorean dan gak ada angkutan" maka aku nebeng nginep di rumah temen sehari sebelum ke Kabandungan dan alhamdulillah cara tersebut berhasil membawaku sampai ke Kabandungan untuk mengurus SIMAKSI😄



Peta Lokasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Buku Panduan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar