yey, kembali lagi ke tulisan tentang jalan-jalan penelitian 😀😀😀
Berhubung
udah hampir selesai menyandang status sebagai mahasiswa, sekarang lagi
ribet-ribetnya ngerjain penulisan hukum, tapi walaupun begitu semangat
untuk terus eksplor keindahan alam dan budaya Indonesia tetep ada kok,
makanya sengaja ambil penelitian tentang hutan adat. Karena selain emang
punya passion di bidang hukum adat, kalo penelitian tentang hutan adat
itu artinya "lo harus turun ke lapangan buat ngumpulin data" dan
menurutku itu adalah salah satu kesempatan emas buat jalan-jalan sambil
melakukan sesuatu yang bermanfaat 😄
Jadi,
perjalanan ini diawali dengan mencari ide untuk membuat penulisan
hukum. Awalnya memang cuma pengen penelitian tentang hukum adat,
cari-cari di internet buat nentuin tema, akhirnya dapat lah itu tema
tentang hutan adat yang statusnya tumpang tindih dengan hutan konervasi
taman nasional dan di sangkut pautkan dengan Putusan MK No.35/PUU-X/2012
yang menyatakan bahwa "hutan adat adalah hutan yang berada di dalam
kawasan masyarakat hukum adat".
Setelah
nemu ide itu, terus ngurus-ngurus segala macam administrasi penulisan
hukum di kampus, dan alhamdulillah dapet tanggapan positif dari Kabag
hukum perdata yang akhirnya jadi dosbing 1 ku 😀. Pertama kali yang
harus kulakukan setelah pendaftaran penulisan hukum terdaftar dan dapet
dosbing adalah nyusun proposal penelitian. Nah, sayangnya aku rada lelet
ngerjain proposalnya sementara temen-temen seangkatan udah pada ngurus
surat ijin penelitian atau bahkan udah mulai penelitian, bahkan aku
masih sibuk revisi proposal 😂. Setelah proposal di acc, lanjut ngurus
surat ijin penelitian. Nah berhubung aku penelitiannya di kawasan Taman
Nasional dan Taman Nasional itu sendiri berada di bawah dirjen KSDA
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi surat ijin penelitian
yang aku buat ada 2 : untuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan
untuk ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ohiya fyi,
metode pengumpulan data yang kugunakan adalah wawancara. Jadi bener2
terjun ke lokasi buat ketemu langsung sama ketua adatnya.
Untuk
mengurus ijin penelitian ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak
sebenarnya gak sulit kok, karena memang salah satu fungsi Taman Nasional
adalah untuk tempat penelitian, yang harus disiapkan cukup proposal
penelitian dan surat izin penelitian dari kampus terus dikirim ke Balai
Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Kabandungan, Kab. Sukabumi.
Setelah mengirim berkas tersebut, nanti pihak BTNGHS akan menghubungimu
untuk ketemu di Kantor BTNGHS Kabandungan membuat SIMAKSI (Surat Izin
Masuk Kawasan Konservasi), setiap orang yang hendak melakukan penelitian
di TNGHS WAJIB punya SIMAKSI. SIMAKSI ini berlaku 3 bulan dan bisa
dimintakan perpanjangan waktu jika memang dibutuhkan. Karena
penelitianku di Kasepuhan Ciptagelar, oleh pihak BTNGHS diarahkan untuk
menghubungi Kepala Resort Gunung Bodas.
Untuk
bisa sampai ke BTNGHS di Kabandungan, sebenarnya cukup mudah. Bisa
ditempuh dengan 2 cara : naik kereta dari Bogor-Parungkuda lalu jalan
sedikit ke arah pasar parungkuda atau naik bus dari Bogor-Parungkuda
lalu turun di Pasar Parungkuda, disana ada tempat ngetem mobil-mobil
L-300 tanyakan saja yang ke arah kabandungan. Ongkosnya dari
Bogor-Parungkuda naik kereta Pangrango 15.000 untuk kelas ekonomi dan
40.000 untuk kelas eksekutif. Lalu dari Parungkuda-Kabandungan 20.000
saja dan turun tepat di depan Kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun
Salak. Perjalanan dari Bogor sampai Kabandungan kurang lebih memakan
waktu 3-4 jam dan angkutan terakhir dari Kabandungan ke Parungkuda hanya
ada sampai jam 3 sore.
Waktu
pertama kali mencoba ke Kabandungan sempet gagal, karena sampai
Parungkuda udah jam 1an sebenernya bisa aja lanjut ke Kabandungan, tapi
gak bisa pulang 😂 akhirnya waktu itu cuma sampe parungkuda terus balik
lagi ke bekasi dan untuk menyiasati "pulang kesorean dan gak ada
angkutan" maka aku nebeng nginep di rumah temen sehari sebelum ke
Kabandungan dan alhamdulillah cara tersebut berhasil membawaku sampai ke
Kabandungan untuk mengurus SIMAKSI😄
![]() |
| Peta Lokasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak |
![]() |
| Buku Panduan Taman Nasional Gunung Halimun Salak |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar